Penambang Kripto Bitdeer Investasikan $4 Juta dalam Bitcoin di Tengah Kemerosotan Pasar Kripto

Penambang Kripto Bitdeer Investasikan $4 Juta dalam Bitcoin Penambang Kripto Bitdeer Investasikan $4 Juta dalam Bitcoin
Penambang Kripto Bitdeer Investasikan $4 Juta dalam Bitcoin

Akuisisi strategis Bitdeer terhadap Bitcoin menyoroti ketahanan di tengah volatilitas pasar dan dorongan yang lebih luas untuk perluasan penambangan. Seiring meningkatnya tantangan industri, investasi perusahaan menandakan keyakinan terhadap potensi jangka panjang Bitcoin bahkan ketika lembaga lain menjualnya.

Di tengah kondisi pasar yang lesu, Bitdeer, perusahaan penambangan kripto ternama, telah mengalokasikan investasi sebesar $4 juta untuk Bitcoin.

Melalui sebuah unggahan di Twitter pada 28 Februari, perusahaan asal Singapura ini mengungkapkan pembelian 50 BTC dengan harga rata-rata $81.475 per Bitcoin.

Dengan akuisisi terbaru ini, total kepemilikan Bitcoin Bitdeer kini melampaui 640 BTC, setara dengan sekitar 0,003% dari total pasokan Bitcoin, berdasarkan data dari BiTBO.

Advertisement

Pembelian Bitcoin Bitdeer Sebesar $4 Juta

Bitdeer memanfaatkan momen saat pasar kripto tengah menghadapi gejolak besar.

Harga Bitcoin anjlok di bawah $80.000, menyentuh angka $79.000 pada saat laporan ini ditulis. Total kapitalisasi pasar kripto juga mencatat penurunan lebih dari 8%, mencerminkan tren pelemahan pada sebagian besar aset digital utama.

Di tengah tantangan ini, langkah strategis Bitdeer dianggap sebagai peluang emas untuk mengakumulasi Bitcoin dengan harga yang lebih terjangkau.

Sebagai bagian dari rencana ekspansi, Bitdeer baru-baru ini mengakuisisi pabrik gas alam berkapasitas 101 megawatt (MW) di Alberta, Kanada, dengan nilai $21,7 juta. Fasilitas ini akan diubah menjadi lokasi penambangan Bitcoin, dengan visi ambisius untuk meningkatkan kapasitas operasional hingga mencapai 1 gigawatt (GW).

Tak hanya itu, perusahaan juga mendapatkan persetujuan regulasi dari Alberta Electric System Operator untuk proyek jaringan interkoneksi 99 MW senilai $30 juta, memperkuat fondasi infrastrukturnya sebagai salah satu pemain utama di industri penambangan Bitcoin.

Industri Penambangan Bitcoin di Tengah Volatilitas Pasar

Meskipun harga Bitcoin mengalami penurunan, pendapatan dari aktivitas penambangan tetap bertahan di tingkat yang relatif stabil.

Menurut laporan dari TheMinerMag, pendapatan penambangan masih berada di kisaran $1,4 miliar selama Januari.

Namun, perubahan signifikan terus terjadi dalam industri ini, dengan fluktuasi hashrate jaringan dan tantangan operasional yang dihadapi oleh perusahaan penambangan publik.

Pada Januari, aktivitas jaringan Bitcoin mencapai 780 exahash per detik (EH/s), melanjutkan tren kenaikan dari 642 EH/s pada September hingga 779 EH/s pada Desember.

Menariknya, perusahaan penambangan publik yang sebelumnya menguasai 35% dari total hadiah Bitcoin kini melihat pangsa pasar mereka turun menjadi 30% akibat keterbatasan operasional.

Di sisi lain, kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan penambangan publik justru meningkat pada Januari, dengan total simpanan melebihi 99.000 BTC di akhir bulan.

Keruntuhan Pasar Kripto yang Lebih Luas dan Pengaruh Institusional

Penurunan pasar kripto semakin memburuk akibat tekanan makroekonomi dan aksi institusional, yang mendorong harga Bitcoin turun di bawah $80.000.

Sentimen bearish mendominasi pasar, didorong oleh tekanan jual yang dipicu oleh perubahan kebijakan ekonomi global, aksi jual besar-besaran dari institusi, serta masalah keamanan dalam ekosistem kripto.

Pengumuman terbaru mantan Presiden AS Donald Trump terkait tarif 25% untuk impor dari Meksiko dan Kanada, serta tambahan 10% untuk barang-barang dari Tiongkok, memperburuk kecemasan di kalangan investor.

Aksi institusional turut mempercepat penurunan harga Bitcoin. BlackRock, salah satu pengelola aset terbesar di dunia, dilaporkan telah melikuidasi sebagian besar portofolio kriptonya baru-baru ini.

Data dari Arkham menunjukkan bahwa BlackRock menjual 5.100 BTC (senilai $441 juta) dan 30.280 ETH (senilai $71,85 juta) melalui Coinbase Prime, yang memicu aksi jual besar di pasar.

Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto merosot hingga angka 10, mencerminkan tingkat ketakutan ekstrem yang terakhir terlihat pada tahun 2022.

Namun, di tengah tren bearish ini, sejumlah analis tetap optimis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered memproyeksikan bahwa Bitcoin dapat mencapai $200.000 pada akhir tahun 2025, bahkan berpotensi melonjak hingga $500.000 jika adopsi institusional terus meningkat.

Meski volatilitas jangka pendek menjadi tantangan, meningkatnya partisipasi pemain keuangan utama bisa membawa stabilitas jangka panjang bagi pasar kripto.

Sementara pasar menghadapi tekanan berat, langkah strategis seperti akuisisi Bitcoin oleh Bitdeer menunjukkan adanya peluang untuk memanfaatkan penurunan saat ini.

Masa depan harga Bitcoin tetap tidak pasti, tetapi pelaku industri utama terus mempersiapkan diri untuk pertumbuhan jangka panjang.

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Advertisement