El Salvador Tambah 12 BTC Meski Ditekan IMF

El Salvador Tambah 12 BTC Meski Ditekan IMF El Salvador Tambah 12 BTC Meski Ditekan IMF
El Salvador Tambah 12 BTC Meski Ditekan IMF

El Salvador baru saja menambah 12 BTC ke cadangan mereka setelah menerima pinjaman sebesar $1,4 miliar dari IMF, meningkatkan total cadangan Bitcoin negara itu menjadi sekitar $550 juta.

El Salvador kembali meningkatkan cadangan Bitcoin dengan menambahkan koin baru pada Rabu, sehingga total kepemilikan negara mencapai lebih dari 6.102 BTC. Melalui pembaruan di X, Kantor Bitcoin Nasional menegaskan komitmennya untuk terus membeli lebih banyak Bitcoin.

Dalam pernyataannya, kantor tersebut menegaskan bahwa mereka “akan terus menumpuk” aset digital ini, dengan janji untuk membeli setidaknya satu Bitcoin tambahan keesokan harinya.

Perjanjian Pinjaman IMF Memaksa El Salvador untuk Mengurangi Penggunaan Bitcoin

Akuisisi terbaru ini berlangsung setelah Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui program pendanaan sebesar $1,4 miliar selama 40 bulan untuk El Salvador.

Advertisement

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, peran Bitcoin dalam perekonomian El Salvador mengalami penurunan signifikan. Mata uang kripto ini tidak lagi diwajibkan sebagai alat pembayaran pajak. Selain itu, penggunaannya oleh masyarakat bersifat sukarela, jauh dari statusnya sebagai alat pembayaran yang sah dan diharapkan diadopsi secara luas saat pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021.

Salah satu syarat utama kesepakatan IMF adalah mengharuskan pemerintah El Salvador untuk mengakhiri keterlibatannya dalam dompet Bitcoin Chivo yang dikelola negara paling lambat pada Juli 2025.

Pemerintah juga dilarang menggunakan dana publik untuk membeli Bitcoin, secara efektif menghentikan akumulasi aset kripto oleh negara. Namun, Bitcoin yang diperoleh melalui penyitaan atau proses hukum tetap dikecualikan dari pembatasan ini.

IMF Mengakui Pembelian Bitcoin di El Salvador Masih Dalam Batas

Meskipun menghadapi batasan dari IMF, pemerintah El Salvador terus meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka. Dalam sepekan terakhir, setelah dewan IMF menyetujui perjanjian baru, El Salvador menambahkan 12 BTC ke dalam cadangannya. Saat ini, nilai total cadangan Bitcoin pemerintah diperkirakan mencapai sekitar $550 juta berdasarkan harga pasar terkini.

Menurut pernyataan resmi dari seorang juru bicara IMF, akuisisi Bitcoin terbaru oleh El Salvador tetap sejalan dengan ketentuan program yang telah disepakati.

“Kami telah berdiskusi dengan pihak berwenang di El Salvador, dan mereka memastikan bahwa peningkatan kepemilikan Bitcoin melalui Dana Cadangan Bitcoin Strategis tetap sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam program tersebut,” ujar juru bicara tersebut kepada Reuters.

Pinjaman IMF Sangat Penting untuk El Salvador di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Bitcoin

Adopsi Bitcoin di El Salvador, yang dimulai oleh Presiden Nayib Bukele pada 2021, terus menjadi topik perdebatan hangat. IMF telah berulang kali menyampaikan kekhawatiran terkait volatilitas mata uang kripto dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi negara. Mereka juga menyoroti risiko hukum dan keuangan, termasuk potensi pencucian uang serta penggunaan Bitcoin yang dinilai masih sangat terbatas dalam aktivitas transaksi sehari-hari.

Bagi El Salvador, taruhannya sangat besar. Pinjaman senilai $1,4 miliar dari IMF, yang disetujui pada Desember 2024, menjadi kunci bagi stabilitas ekonomi negara. Selain itu, pinjaman ini dapat membuka akses ke tambahan dana sebesar $3,5 miliar dari lembaga-lembaga seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Inter-Amerika.

Dalam situasi fiskal yang menantang dan terbatasnya akses ke pembiayaan eksternal, ketidakpatuhan terhadap persyaratan IMF dapat mengancam pencairan dana tersebut. IMF dijadwalkan melakukan tinjauan kepatuhan pertama pada Juni 2025. Jika El Salvador gagal memenuhi kesepakatan, hal ini berpotensi membahayakan pendanaan di masa depan serta dukungan finansial lainnya.

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Advertisement