Senator Alabama Mengusulkan RUU yang Mengizinkan Orang Amerika Menginvestasikan Dana Pensiun dalam Crypto

Senator Alabama Mengusulkan RUU invetasi dana pensiun Senator Alabama Mengusulkan RUU invetasi dana pensiun
Senator Alabama Mengusulkan RUU invetasi dana pensiun

Senator Tommy Tuberville Mengusulkan Investasi Kripto dalam Dana Pensiun 401(k)

Senator Amerika Serikat, Tommy Tuberville, mengumumkan rencananya untuk memperkenalkan undang-undang baru bernama Financial Freedom Act. Undang-undang tersebut bertujuan memberikan kebebasan kepada warga Amerika untuk menginvestasikan dana pensiun 401(k) mereka ke dalam aset kripto.

Dalam wawancaranya dengan Fox Business Live, Tuberville menegaskan bahwa Amerika adalah “negara kebebasan” dan menyatakan kritiknya terhadap pemerintahan sebelumnya di bawah Joe Biden, yang menurutnya terlalu banyak memberlakukan regulasi yang membebani masyarakat.

Advertisement

“Besok, saya akan memperkenalkan undang-undang yang disebut Financial Freedom Act, sehingga keluarga dan individu dapat memiliki pilihan untuk menginvestasikan dana pensiun mereka dalam bentuk aset kripto,” ujar Tuberville.

Amerika adalah negara KEBEBASAN, tetapi di bawah Joe Biden, pemerintah federal mencoba mengendalikan bagaimana orang Amerika menginvestasikan uang mereka.

Presiden Trump adalah Presiden Crypto.

Itulah mengapa saya memperkenalkan kembali Undang-Undang Kebebasan Finansial untuk memberikan kebebasan kepada orang Amerika untuk menginvestasikan uang mereka… pic.twitter.com/28T7ZiRfPK

  • Pelatih Tommy Tuberville (@SenTuberville) 31 Maret 2025

Dia turut memberikan apresiasi kepada pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Trump, menyebutnya sebagai “Presiden Kripto.”

“Kami ingin mendukung langkah-langkahnya di bidang ini,” ujarnya, sembari menekankan bahwa inisiatif tersebut akan membawa manfaat bagi semua pihak.

Namun, ia mengkritisi pemerintahan Biden yang menurutnya tidak menunjukkan minat terhadap perkembangan kripto. Senator Tuberville juga mengungkapkan bahwa pemerintah federal sebelumnya “berusaha mengatur cara masyarakat Amerika menginvestasikan uang mereka.”

RUU Undang-Undang Kebebasan Finansial Awalnya Diperkenalkan pada Tahun 2022

Seorang Senator Partai Republik berencana untuk mengajukan kembali RUU yang pertama kali diperkenalkan pada Mei 2022. RUU ini bertujuan untuk membatalkan panduan Departemen Tenaga Kerja (DOL) yang dianggap membatasi pilihan investasi bagi pemilik akun 401(k) mandiri melalui jendela pialang.

“Regulasi berlebihan yang mengatur investasi 401(k) hanya akan menghambat pertumbuhan keuangan dan merampas kebebasan individu,” kata Senator Tuberville pada saat pengajuan sebelumnya.

Sementara itu, Senator AS sekaligus pendukung setia Bitcoin, Cynthia Lummis, telah lama mengadvokasi penggunaan cryptocurrency dalam dana pensiun. Pada tahun 2021, ia bahkan mendorong masyarakat untuk “membeli, menyimpan, dan menginvestasikan Bitcoin sebagai persiapan untuk masa pensiun.”

Kripto dalam Rencana Pensiun 401 (K)

Menurut Ivory Johnson, seorang perencana keuangan bersertifikat sekaligus pendiri Delancey Wealth Management di Washington, D.C., mata uang kripto sebaiknya dimasukkan ke dalam rencana 401(k). Dalam wawancaranya dengan CNBC, Johnson menyebutkan bahwa kripto merupakan “kelas aset alternatif yang tidak berkorelasi,” yang dapat memberikan diversifikasi bagi portofolio investasi. Ia menyarankan agar aset kripto mengambil porsi sekitar 2% hingga 8% dari portofolio investor.

Di sisi lain, Amy Arnott, analis keuangan bersertifikat dan ahli strategi portofolio dari Morningstar Research Services, memiliki pandangan berbeda. Arnott memperingatkan bahwa memasukkan kripto ke dalam rencana 401(k) dapat “secara signifikan meningkatkan risiko” bagi masa pensiun. Ia juga menekankan bahwa investor berpotensi menghadapi kerugian besar pada waktu yang tidak tepat, yang dapat merugikan tujuan keuangan jangka panjang mereka.

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Advertisement