Changpeng Zhao (CZ) telah aktif memberikan kontribusi dalam pengembangan regulasi kripto dan solusi berbasis blockchain, baik secara resmi maupun tidak resmi, kepada beberapa pemerintah di berbagai negara.
Presiden Republik Kyrgyzstan, Sadyr Zhaparov, mengungkapkan bahwa Badan Investasi Nasional di bawah kepemimpinannya telah menandatangani nota kesepahaman dengan CZ, pendiri Binance. Nota ini menandai langkah strategis dalam pengembangan ekosistem teknologi kripto dan blockchain di Kyrgyzstan.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai aspek, seperti penyediaan infrastruktur, dukungan teknologi, keahlian teknis, layanan konsultasi, serta pelaksanaan inisiatif pendidikan terkait mata uang kripto dan teknologi blockchain. Zhaparov mengumumkan hal ini melalui platform X, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi ini dalam membangun ekonomi berbasis teknologi di negaranya.
CZ juga menyatakan kesediaannya untuk membantu Kyrgyzstan dalam memperluas pemanfaatan teknologi blockchain di luar batas perdagangan semata. “Adopsi kripto, satu negara dalam satu waktu,” tulisnya di X, sembari menekankan bahwa kontribusinya murni berfokus pada pengembangan teknologi kripto tanpa melibatkan diri dalam politik.
Namun, di balik langkah positif ini, CZ menghadapi tantangan hukum. Pada April lalu, ia mengaku bersalah atas pelanggaran undang-undang pencucian uang di Amerika Serikat, yang mengakibatkan Binance dikenai denda sebesar $4,3 miliar. Selain itu, pada Mei 2024, pengadilan di Seattle memutuskan hukuman penjara selama empat bulan untuk CZ, menyusul temuan bahwa Binance telah membantu pengguna menghindari sanksi internasional.
Kyrgyzstan Prez Bertujuan untuk Menghasilkan Peluang Baru untuk Bisnis Crypto
Presiden Zhaparov menekankan bahwa kolaborasi dengan penasihat CZ merupakan langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur teknologi negara. Kemitraan ini berperan penting dalam “mengadopsi solusi inovatif sekaligus melatih tenaga ahli berkualifikasi tinggi di bidang teknologi blockchain, pengelolaan aset digital, dan keamanan siber,” ujarnya.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital global, inisiatif semacam ini menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan melindungi aset virtual, membuka peluang baru bagi dunia usaha dan masyarakat secara luas,” tambahnya.