Setelah periode penuh gejolak yang ditandai dengan keluarnya modal besar-besaran dari ETF Bitcoin, termasuk arus keluar signifikan sebesar $754,53 juta pada 26 Februari, pasar akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pada 28 Februari 2025, ETF Bitcoin Spot mencatat arus masuk bersih sebesar $94,34 juta, mengakhiri delapan hari berturut-turut arus keluar bersih dan memberikan indikasi awal potensi perubahan sentimen pasar.
Berdasarkan data terbaru dari SoSoValue, total arus masuk bersih kumulatif kini mencapai $36,94 miliar, sementara total aset bersih di seluruh ETF Bitcoin Spot melonjak menjadi $95,38 miliar. Volume perdagangan pada 28 Februari tercatat sebesar $3,91 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang kembali bergairah.
FBTC Fidelity Catat Rekor Arus Masuk Tertinggi
FBTC milik Fidelity mencatat peningkatan terbesar dengan arus masuk mencapai $176,03 juta, diikuti oleh ARKB milik Ark Invest yang memperoleh tambahan sebesar $193,70 juta.
Sebaliknya, IBIT milik BlackRock, salah satu ETF Bitcoin paling terkemuka, mengalami arus keluar bersih sebesar $244,56 juta. GBTC milik Grayscale juga mencatat arus keluar bersih sebesar $33,28 juta.
Perubahan ini terjadi di tengah volatilitas pasar yang meningkat, dengan Bitcoin baru-baru ini bergerak di kisaran $78.000 hingga $85.000.
Walaupun arus masuk baru terlihat, tren keseluruhan masih belum jelas, mengingat arus keluar sebelumnya dipicu oleh aksi ambil untung dan perubahan sentimen investor. Analis menilai bahwa arus masuk yang konsisten diperlukan untuk memastikan pembalikan tren bullish pada ETF Bitcoin spot.
Di sisi lain, BlackRock tetap optimis terhadap potensi investasi jangka panjang Bitcoin. Michael Gates, manajer portofolio utama untuk model ETF Alokasi Target perusahaan, menyatakan pada 27 Februari bahwa Bitcoin dapat menjadi alat diversifikasi yang unik dalam portofolio investasi.
“Sebagai pengelola portofolio multi-aset, kami melihat Bitcoin memiliki manfaat investasi jangka panjang bagi investor tertentu, sekaligus memberikan diversifikasi tambahan yang unik bagi portofolio,” ujar Gates.
Namun, sentimen pasar saat ini menunjukkan kekhawatiran. Pada 26 Februari, Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto turun ke level “ketakutan ekstrem” dengan skor 10—angka terendah sejak Juni 2022, ketika keruntuhan Three Arrows Capital (3AC) mengguncang industri kripto.
BlackRock Menambahkan ETF Bitcoin ke Portofolio Modelnya di Tengah Meningkatnya Adopsi Institusional
BlackRock kini telah menambahkan Bitcoin ETF ke dalam portofolio model investasinya.
Berdasarkan laporan Bloomberg pada 28 Februari, iShares Bitcoin ETF Trust (IBIT) milik BlackRock kini tersedia untuk portofolio yang mendukung aset alternatif, dengan alokasi berkisar antara 1% hingga 2%.
Langkah ini berpotensi mendorong peningkatan permintaan terhadap ETF tersebut seiring dengan semakin meluasnya adopsi Bitcoin di kalangan institusi keuangan.
Alokasi sebesar 1%–2% dipilih dengan pendekatan konservatif, mengingat volatilitas Bitcoin yang tinggi. BlackRock Investment Institute menggambarkan alokasi ini sebagai “kisaran yang wajar” dalam laporan penelitian terbarunya.
Perusahaan juga menegaskan bahwa melampaui alokasi tersebut dapat secara signifikan memengaruhi tingkat risiko dalam profil portofolio secara keseluruhan.
Bisnis portofolio model BlackRock, dengan nilai mencapai $150 miliar, menawarkan berbagai strategi investasi yang dirancang untuk membantu penasihat keuangan mengelola aset klien. Portofolio ini mencakup alokasi aset yang disesuaikan dengan berbagai tujuan investasi, seperti pertumbuhan modal, pendapatan, atau pelestarian kekayaan.
Pada tahun 2023, BlackRock memperkirakan bahwa sektor portofolio model akan berkembang menjadi industri senilai $10 triliun dalam lima tahun ke depan, meningkat dari sekitar $4,2 triliun saat ini.
Dengan pengaruh besar sektor ini, perubahan dalam alokasi portofolio model berpotensi mendorong arus masuk modal yang signifikan ke aset tertentu, termasuk ETF Bitcoin.
Lembaga keuangan juga semakin mengevaluasi peran Bitcoin dalam portofolio tradisional, terutama dalam konteks model alokasi 60/40.